Selasa, 05 Oktober 2021

Cara Menghitung Ideal Berat Badan Janin dan Tips Menyeimbangkannya

“Berapa ya kira-kira berat bayiku? kira-kira beratnya sesuai gak ya dengan umur kandunganku saat ini? Gimana sih cara menghitung ideal berat badan janin yang mudah, akurat tapi bisa kita terapkan sendiri di rumah? pertanyaan demikian pasti pernah timbul dibenak bunda yang lagi hamil nih.

Kendati perkembangan teknologi yang semakin canggih, biasanya Anda dapat mengetahui berat janin hanya dengan menggunakan ultrasonografi (USG), ada lho rumus sederhana yang dapat bumil lakukan di rumah untuk menghitung berat janin yang ada di dalam kandungan.

Mengenal Rumus Perhitungan Berat Badan Janin

Menghitung berat badan janin dalam kandungan penting untuk dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memperkirakan berapa berat utuh saat bayi sudah dilahirkan nantinya. Janin yang beratnya kurang dari 2,5 kg dapat berpotensi premature, sedangkan jika terlalu besar beresiko mengalami komplikasi tertentu.

Untuk menghitung berat badan janin ideal ada 2 rumus sederhana, yang pertama adalah Rumus McDonald dan yang kedua adalah Rumus Johnson.

Rumus McDonald

Aspek yang digunakan untuk memperkirakan taksiran berat janin dengan menghitung Hari Pertama Haid Terakhir dan pengukuran TFU (Tinggi Fundus Uteri) menggunakan meteran. Fundus Uteri (puncak rahim) yang terletak dibawah dada.

Baik tinggi maupun lingkar rahim semuanya dinyatakan dalam satuan centimeter. Tinggi rahim diukur mulai dari ujung tulang kemaluan hingga puncak rahim. Sedangkan lingkar rahim (AG) diukur dengan melingkarkan pita sejajar denan pusar bumil. Rumus McDonald adalah sebagai berikut:

TBJ(Taksiran Berat Janin dalam Gram) = (TFU-12) X 155 gram

Untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam penggunaan rumus ini, ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh bumil ketika melakukan pengukuran tinggi dan puncak Rahim. Pertama, kandungan kemih bumil sebaiknya dalam keadaan kosong (buang air kecil terlebih dahulu sebelum pengukuran).

Selain itu, Angka SFH seharusnya sama dengan usia kandungan bumil (contohnya dalam pengukuran SFH menunjukkan 23 cm maka sesuai dengan usia kandungan 23 minggu). Yang terakhir, jika Nilai SFH memiliki selisih lebih dari 3 cm menandakan ada masalah dalam kehamilan.

Rumus Johnson

Cara menghitung berat janin berikutnya adalah dengan menggunakan rumus Johson. Berikut rumus yang bisa digunakan.

TBJ(Taksiran Berat Janin) = [SFH (dalam cm) – n] x 155

Huruf (n) adalah variabel angka yang sudah ditentukan dalam rumus, Jika kepala bayi belum masuk panggul bagian atas maka nilainya adalah 11, untuk kepala bayi yang sudah memasuki area panggul maka nilainya adalah 12, angka 12 untuk janin di pintu panggul.

Setelah mengetahui cara menghitung ideal berat badan janin, Anda juga tetap harus memantau perkembangan janin. Anda bisa mencari parameter normal perkembangan janin, agar tetap bisa memastikan bahwa perkembangan buah hati sesuai yang seharusnya dari minggu ke minggu.

Namun, umumnya parameter berat janin yang dipakai bukanlah bersifat mutlak, hanya sebagai kisaran yang disesuaikan antara berat badan janin dengan usia kehamilan normalnya saja. Hal tersebut dikarenakan biasanya, berat janin akan berbading lurus dengan usia kehamilan yang sedang berjalan.

Selain itu, pertambahan berat badan janin dapat dipengaruhi beberapa hal misalnya air ketuban, volume darah dan cairan tubuh bumil, pertumbuhan rahim dan payudara, asupan protein lemak serta plasenta.

Cara Menambah Berat Badan Janin

Nah, setelah bumil sudah mengetahui cara menghitung berat janin ideal, selanjutnya Anda perlu memahami juga bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menambah atau menurunkan berat janin supaya ideal agar membantu memudahkan proses persalinan nantinya

Apabila dalam proses pengukuran manual disertai dengan konsultasi dokter menunjukkan bahwa berat badan janin kurang dari berat badan ideal usia kandungan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menaikkan berat badan janin. Berikut di antaranya.

Konsumsi Vitamin

Dokter kandungan pada umumnya akan merekomendasikan bumil untuk banyak mengonsumsi vitamin setiap harinya karena dapat membantu menambah bobot pada janin itu sendiri.

Makan Kacang-Kacangan dan Buah Kering

Dengan konsumsi misalnya kismis, walnut, almond bisa menambah berat badan janin dalam kandungan. Tetapi dokter menyarankan ini tidak terlalu banyak dikonsumsi karena juga dapat meningkatkan gula darah yang beresiko bagi ibu hamil.

Banyak Minum

Tidak harus banyak mengonsumsi air putih, cara menaikkan berat badan juga bisa dengan banyak minum susu, jus buah, jus sayur, isotonic dan lain-lain.

Makan 5-6 Kali Sehari dalam Porsi Kecil

konsumsi makan berat dalam frekuensi yang sering dapat membantu menaikkan berat badan janin pada kandungan.

Banyak Beristirahat

Wanita hamil tidak baik melakukan banyak kegiatan karena rentan mengalami kelelahan dan beresiko buruk pada janin. Oleh sebab itu, sebaiknya banyak beristirahat agar perkembangan janin optimal.

Tetap Tenang dan Optimis

Terlalu memikirkan banyak hal aneh dan kekhawatiran pada kondisi janin juga tidak baik bagi bumil karena dapat menyebabkan stress. Membiasakan dengan pikiran tenang dan selalu optimis bahwa janin akan baik-baik saja dapat membantu perkembangan janin stabil.

Menurut UNICEF, bayi yang lahir dalam kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) cenderung lebih sulit untuk melawan infeksi dan mengontrol suhu tubuhnya. Pada saat tumbuh dewasa, bayi akan rentan terserang berbagai penyakit seperti Kardiovaskuler, Hipertensi dan Diabetes.

Jika berat badan bayi rendah terbawa hingga tumbuh dewasa, bagi perempuan khususnya juga akan beresiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah juga. Oleh sebab itu penting bagi bumil untuk menaikkan berat badan janin saat hamil sampai batas yang cukup ideal.

Cara Menurunkan Berat Badan Janin

Beberapa hal di bawah ini dapat bumil terapkan untuk dapat memperlambat atau menurunkan berat badan janin pada kandungan.

Melakukan Olahraga

Olahraga yang perlu dilakukan hanya memiliki intensitas ringan, yaitu selama 10-15 menit perhari. Dengan banyak bergerak, janin dalam kandungan juga akan lebih aktif sehingga mempengaruhi penurunan bobot janin sendiri.

Makan dengan Porsi yang Lebih Kecil dan Sedikit

Bumil dapat menjalankan diet ringan untuk dapat menurunkan berat badannya sendiri dan juga pastinya berpengaruh pada berat badan janin.

Mengurangi Konsumsi Makanan Manis, Makanan Instan

Makanan-makanan tersebut umumnya memiliki bahan pengawet dan kalori tinggi. Bumil perlu mengontrol akan konsumsi bahan makanan tersebut untuk mengurangi lemak jenuh pada tubuh dan janin.

Akibat Janian Terlalu Besar

Bayi dengan ukuran yang terlalu besar >4000 gram biasa disebut Makrosemia, biasanya disebabkan karena faktor ibu menderita diabetes, usia kehamilan ibu >35 tahun, ibu mengalami obesitas berat saat hamil dan sebagainya.

Bayi ukuran besar beresiko Disproporsi Kepala Panggul (DKP), persalinan lama, pendarahan pasca melahirkan, robekan pada rahim dan terjadinya distosia bahu. oleh sebab itu penting bagi bumil untuk mengetahui cara menghitung ideal berat badan janin dan konsultasi dokter kandungan secara berkala.

Dari beberapa poin penting di atas, memperhatikan berat badan janin dalam kandungan merupakan hal yang penting, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi nantinya. Anjuran di atas akan lebih baik jika dikonsultasikan ke dokter yang mengerti kondisi kesehatan bunda dan calon bayi terlebih dahulu.

0 komentar:

Posting Komentar